Koruptor Anak Nakal

Rekan blogger yang baik.. Saya menemukan sebuah video clip lagu yang cukup menggelitik bagi telinga saya dan memanaskan bagi telinga para koruptor.. Liriknya menurut saya cukup menarik dengan ramuan kata-kata yang unik.. Mau lihat dan dengar? ini dia...^_^


Sekalian dengan liriknya:

"Koruptor Anak Nakal"
cipt & voc. Ansis Uba Ama

Terinspirasi dr si kancil anak nakal:

(Koruptor anak nakal,
suka mencuri uang,
ayo lekas dikurung,
jangan diberi ampun)

Wajah ceria muka sumringah
Mata ijo menatap uang
Dana Rakyat dicukur mulus
Dengan aneka akal bulus

Korupsi meraja membara
Suap kian tiada tara
Hukum diobral sesuka hati
Bak negeri ini milik sendiri

Hei kau yang alim rupanya maling
Mulutmu manis hatimu najis
Gemar janji suka ingkari
Rakyat terpaksa gigit jari

Tebar pesona jelang pemilu
Tak pedulikan rakyat yang pilu
Sana sini bohong melulu
Dasar kau tak punya malu

Ingat kah kau sumpah jabatanmuDiatas kitab suci agamamuTega kah kau dengan ibumuMelahirkanmu sbagai koruptor


(Koruptor anak nakal,
suka mencuri uang,
ayo lekas dikurung,
jangan diberi ampun )

Selamat menikmati dan menghayati...^_^

Alhamdulillâh... Naik Kelas...~_~

Alhamdulillâh... Blog saya naik kelas jadi PR 2... Mbah Google baik yah... Semoga nantinya juga dapat warisan dari si Mbah... -----> ngarep.com
google pagerank
Ga nyangka juga bisa dapat lompat dua langkah kayak gini. Tapi ini patut disyukuri. Namun, satu hal yang membuat saya bingung, kok bisa naik kelas ya? Padahal saya jarang update blog lho... Ada yang bisa membantu memberikan jawaban? Setahu saya yang masih awam ini, kenaikan PR itu seringkali disebabkan karena banyak menulis sehingga banyak memancing keyword yang terindex di Google sehingga bisa menaikkan posisi tawarnya di mesin pencari... Ini setahu saya lho yaaa... Karena saya pada dasarnya saya ga' begitu ngeh dengan hal-hal yang begituan... Terutama rumus-rumus SEO..

Sisi positif yang bisa saya ambil adalah:
  1. Saya jadi termotivasi buat lebih intens nge-blog lagi.
  2. Klo semangat agak memudar, pantengin meteran Pagerank biar saya selalu awas supaya PR ga turun lagi. Ini uniknya PR, bisa naik kelas dan bisa turun kelas. Ga' seperti harga sembako yang gampang melesat naik tapi alot buanget buat turun harga. Ataupun pejabat yang maunya naik jabatan tapi klo turun jabatan juga alot bahkan malah mengamuk-ngamuk dengan membuat pernyataan bahwa dia mengalami pencemaran nama baik... Maaf...OOT...^_^v
  3. Jadi tambah penasaran dengan prestasi blogger kelas dunia yang blognya mampu mencapai prestasi yang spektakuler dalam konteks perbloggingan, sehingga hal ini memicu saya untuk semakin giat lagi mengorek ilmu perbloggingan walaupun mungkin agak terlambat....~_~
  4. Saya ingin blog saya menjadi yang Pertamax di Page One Mbah Google. Bercita-cita kayak gini boleh tho... Hak..hak..hak...:-D
  5. Udah... Itu dulu aja...
Salam Blogger...

Henpon Bertuah

Judul apaan tuh..??

Setelah sekian lama tiada postingan, akhirnya blog ini kembali mengalami update. Harapannya ke depan updetan ga macet lagi... Amiin... Mohon do'a restu dari sesama blogger dimanapun berada...

Nahh..kembali ke judul... Saya ingin berbagi cerita tentang henpon saya yang sudah cukup umur untuk disebut sesepuh dalam dunia perhenponan. Kenapa saya namakan dengan dengan henpon bertuah? Ceritanya begini; henpon ini saya beli menjelang akhir tahun 2004 yang lalu, setelah gencar-gencarnya pemilu di pertengahan tahun itu. Lama juga kan..? hehehe.. mereknya Nokiyem tipe 3350, dengan harga yang cukup menguras budget uang saku dalam sebulan buat saya yang masih kuliah kala itu. Saya tertarik dengan henpon ini karena termasuk barang yang cukup canggih di jamannya, -menurut saya lhoo...- selain itu itung-itung bantu teman yang juga lagi perlu duit. Maka dapatlah oleh saya momentum untuk mendapatkan harga yang rada mirin, walaupun tidak miring-miring banget, -ntar kepleset...-. Benda ini termasuk barang langka di era blekberi maupun i-pon sekarang ini, tapi ada sisi lain yang membuat saya tidak -mungkin bisa juga dikatakan "belum"- berpaling hati kepada henpon lain.

Pertama, ini henpon pertama saya... Yaaa..mirip-mirip cinta pertama yang susah dilupakan laah.. Ihik..ihik...~_~
Kedua, henpon ini termasuk barang tangguh yang tahan banting, sudah beberapa kali jatuh dari atas meja setinggi satu meter lebih tapi tetap selamat sentosa. MERDEKA..!!!^_^v
Ketiga, sudah pernah kecopetan, tapi kembali lagi ke tangan saya. Tanggal kecopetan pun masih saya ingat, 7 Maret 2007. Persis saat pesawat Garuda tergelincir dan terbakar di bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Jamnya mungkin berdekatan dengan saat pesawat naas itu tergelincir, sekitar jam 7 pagi.
henpon bertuahKeempat, henpon ini telah menemani saya kemana-mana, dengan kata lain "Tak Henpon Kemana-mana..." sehingga saya merasakan kedekatan batin yang sulit untuk dipisahkan dengan dengan henpon ini hingga saat ini... halahh...

Mau tau wujudnya kayak apa? Nihh.. Di samping, semoga gambarnya enggak BWK...

Kapan saya akan berpaling dan mengganti henpon saya ke model yang lain? Barangkali ketika Henpon Bertuah ini sudah tidak mampu lagi menjalankan tugasnya untuk membantu saya serta tidak tersedianya suku cadang yang menunjang "kehidupannya" yang juga menjadi bagian dari hidup saya.
So, pertanyaannya adalah; Sejauh mana kita menghargai apa yang kita miliki? Apalagi terhadap orang-orang yang kita cintai?^_^

# # # # # # PRO - MAAFIN # # # # # #

Kami... Admin Zool World...

Dengan ini menyatakan...
Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum...
Shiyaamanaa wa Shiyaamakum wa Kullu 'Aam wa Antum bikhayr...

Minal 'Aa`idiin wal Faa`iziin...

Mohon Maaf Lahir dan Batin...

Selamat Idul FitriHal-hal yang mengenai pembagian salam tempel, pencairan THR, tukeran link, update blog, dan lain-lain..

Diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya...




Bukittinggi, 10 September 2010 M / 1 Syawwal 1431 H


Atas Nama Keluarga Admin

ZOOL

Thompson Al-Ja`imiy (Part-3)

Ini adalah bagian ketiga dari dua cerita sebelumnya, bagi yang belum membaca dari awal, silakan menuju Part-1 dan Part-2.

Setelah Maghrib, Zool pergi menjemput celana yang dicuci di laundry tempat Thompson alias Tomi bekerja. Tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat kostnya. Dia meminjam motor temannya, dan setelah sampai di laundry yang dimaksud, sudah tak terlihat aktifitas yang cuci mencuci karena hari sudah mulai malam. Setelah memencet bel, keluarlah seseorang yang ternyata itu adalah Tomi, karyawan laundry tersebut. Terjadilah percakapan di antara mereka.

Zool:
"Mas saya mau ambil celana yang sudah dilaundry, ini notanya.."
Tomi:
"Oke Mas, ohh..ini dengan Mas Zool tadi ya... celananya tinggal bawa.. Silakan duduk dulu Mas, saya ambil dulu.." Sambil ke dalam mengambil celana yang dilaundry tersebut.
Zool:
"Iya Mas.. terimakasih.."
Tak lama kemudian, Tomi kembali membawa celana yang sudah dibungkus dengan plastik.
Tomi:
"Ini Mas celananya, kami juga mohon maaf karena keterlambatannya.. Maklum Mas, kondisi listrik juga ga bisa ditebak, trus juga pelanggan yang lain juga antri.."
Zool:
"Ga papa Mas, yang penting saya ga sering sarungan lagi di kost.. hehe.. oiya Mas., laundrynya tutup jam berapa Mas?"
Tomi:
"Kita tutup jam sembilan Mas, selesai kerja jam lima sore... Nah, setelah itu kita nunggu pelanggan yang yang mau jemput cuciannya, yaa kayak Mas Zool ini.."
Zool:
"Hmm.. gitu ya.. Mas Tomi, saya jadi penasaran dengan obrolan kita di telpon kemarin.."
Tomi:
"Obrolan yang mana Mas?"
Zool:
"yang itu lho.. Nama Mas Tomi itu..."
Tomi:
"Ooo.. itu.. hehehe.. Lha kenapa Mas? ada yang aneh dengan nama saya?"
Zool:
"Engga Mas.. saya cuma agak heran, kenapa Mas Tomi ga menggunakan nama asli aja, tapi malah pake nama Thompson..'
Tomi:
"Yaa..itu Mas, seperti yang saya bilang kemarin, itu sebagai sebuah branding buat saya. .kalo pake nama asli, ntar malah aneh Mas.."
Zool:
"Anehnya gimana Mas?"
Tomi:
"Jadi gini Mas, nama asli saya itu nuansa kampung banget lah.. Nahh, sementara saya bekerja di tempat yang bernuansa kota, yaa kayak laundry ini.. Kalo di kampung ato di desa mana ada orang nitip cucian ke laundry.. Kecuali orang yang cukup punya penghasilan ato bahkan berlebih.."
Zool:
"Trus hubungannya sama nama Mas Tomi sendiri apa Mas? iya..sebelumnya saya mohon maaf kalo cerewet gini ya Mas.. Saya orangnya suka penasaran.. hehe.."
Tomi:
"Ga papa Mas.. santai aja.. Jadi gini Mas, karena pekerjan saya bernuansa kota, maka saya pikir nama saya juga harus menyesuaikan dengan pekerjaan saya.. kecuali saya kembali ke kampung.. itu udah jelas.. sodara-sodara ato orang di kampung bakal manggil nama asli saya.."
Zool:
"Kampungnya jauh ya Mas?"
Tomi:
"Ya..agak ke pelosok lah Mas.. jalannya aja belum diaspal.. tapi Mas jangan heran, saya bisa ngomong kayak gini karena sering ngobrol-ngobrol sama pelanggan juga.. trus saya suka baca-baca dari kertas koran yang dipake pelangga yang datang buat nitip cuciannya ke sini Mas.. setiap ada sedikit waktu luang, saya sempatkan membaca Mas.. Walopun saya cuma tamat SMP di kampung sebelah kampung saya.."
Zool:
"Mmm begitu ya Mas.. Kampungnya persisnya dimana Mas?"
Tomi:
"Wahah..kalo itu ga usahlah Mas... di pelosok pokoknya... Mas ga bakalan betah kalo mampir di kampung saya.. Selain itu, cukup saya saja yang tau nama asli saya.. Cukup kenali saya dengan nama Tompson dan panggilan Tomi aja... Nama asli saya jelek Mas.. Saya malu.."
Zool:
"Okelah Mas.. ga papa... kalo begitu, saya balik ke kost dulu ya Mas.. Dah mau Isya.."
Tomi:
"Iya Mas...terimakasih sudah mempercayakan cuciannya ke sini ya Mas.. jangan kapok ya Mas...
Zool:
"Hahaha..gak lah Mas..kan yang penting sekarang saya pake celana sendiri lagi kalo pergi ke luar, lha ini..celana yang saya pake ini pinjem sama teman.."
Tomi:
"Hehehe..iya..iya.. kalo ada yang perlu dicuci di lain waktu, ke sini lgi Mas.."
Zool:
"InsyaAllah Mas..kalo gitu saya pamit ya Mas.. Assalamu'alaikum" (sambil menghidupkan motor)
Tomi:
"Wa'alaikum salam...hati-hati di jalan Mas.."
Zool:
"Oke Mas..." (sambil berlalu dari hadapan Tomi, pegawai laundry itu)

Selama perjalanan menuju kost, Zool berpikir; "orang yang misterius juga ya.. ga mau mengemukakan identitas aslinya karena alasan malu, tapi hobi membaca... trus juga ga mau memberitahu asal kampung halamannya karena juga malu berada di pelosok.. Kenapa jaim gitu ya? Apa karena pengaruh lingkungan membuat orang ingin menyesuaikan jatidirinya dengan mengorbankan identitas aslinya dengan nama lain yang menurutnya dapat mendongkrak popularitasnya dengan mengatas namakan branding serta differensiasi? Hmm..semakin aneh saja orang-orang seperti itu... Tapi hebat juga semangat bacanya... Kalo dikasih nama Arab jadi Thompson Al-Jai`imiy kali ya? Thompson Yang Suka Jaim.. hehehe... Ngasal aja... Udahlah.. Terserah dirimu lah Mas... yang jelas diriku ga sarungan lagi dan perbincangan kita tadi semakin menambah pemahamanku tentang berbagai macam karakter diri yang dimiliki banyak orang..."
PayTren E-Money - Aplikasi Pembayaran Dari Smartphone Anda
.