Terjerambab...

Setelah sekian lama menikmati cendol dua bar dari mbah Gugel... Akhirnya blog saya ini terjerambab ke dalam genangan cendol abu-abu... Ya...pagerank blog saya ini turun peringkat menjadi N/A alias tidak punya peringkat... Wele weleeh...T_T

Google PagerankYahh.. bagaimana lagi, Panda punya mbah Gugel memang sedang lapar-laparnya sehingga semua yang ijo-ijo disantap untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam plus snack tambahan. Selain itu tidak dipungkiri bahwa blog ini kurang perhatian pada akhir ini, mungkin bukan hanya kurang perhatian, tapi jarang diurus... Hmmm..okelah.. Untuk sementara biarkan Panda makan sampe kenyang dulu, untuk selanjutnya keliling cari-cari cara supaya cendol ijo bernama pagerank itu harus direbut kembali, agar kesegaran didapatkan kembali serta stamina untuk blogging selalu fresh dengan pikiran serta ide yang fresh untuk menuliskan isi pikiran yang berkecamuk di dalam kepala ini.
So..ini bukan akhir segalanya, dan tidak saya saja yang mengalami hal seperti ini. Ada teman yang senasib dan seperjuangan. Nasibnya dilalap oleh Panda dan perjuangannya untuk mengembalikan yang dibawa pergi. Dibawa hepi saja.. Dapat pagerank atau tidak... Menulis jalan terus.. Walaupun sekali sebulan..^_^v

Demikian kicauan "GALAU" dari saya...:-)

Dosaku Terhadap Kucing Ketika Kecil

Rekan-rekan... Bagi saya, kucing merupakan The Cutest Peliharaan yang mesti ada di rumah... Nah... Kadang saya suka mencari-cari sampe ke kolong (kolong apa saja) kalau kucing saya ga ketemu di rumah... Tapi, ketika sang kucing sudah ditemukan, terkadang saya suka iseng... Keisengan yang dulu sangat akut terhadap hewan lucu ini.. Tapi itu dulu... Sekarang masih keingat cara-caranya... Diantaranya:
  1. Bungkus kepala kucing pakai plastik pembungkus makanan ringan yang seukuran dengan kepala kucing, hasilnya; Kucing berjalan mundur, tapi tidak seindah Moonwalkingnya mendiang Michael Jackson. Saya suka tertawa melihat tontonan yang satu ini, karena tidak jarang kucing mundur sampe jatuh dari tangga...
  2. Mengaitkan karet gelang di kedua telinga kucing, karet gelang yang dipakai berukuran kecil dan hasilnya; Kucing geleng-geleng untuk melepasnya.
  3. Mengorek-ngorek kutu kucing, ketika kutunya sudah didapat maka kutu ditransmigrasikan ke telinga kucing. Hasilnya; Kucing merasakan gatal dan menggaruk-garuk telinganya.
  4. Ketika bermain tali dengan kucing, tali dibawa kabur dan dikejar-kejar sama kucing. Saking gemasnya, akhirnya kucing saya ikat dengan tali sampai susah lepas. Tapi herannya, kok kucing tetap bisa lepas ya..??
Dosaku Terhadap Kucing Ketika KecilItulah yang sering saya lakukan terhadap kucing ketika kecil, sekaligus pengakuan dosa terhadap mereka... maafkan diriku wahai kucing...T_T

WARNING:
Beberapa contoh di atas bukanlah untuk dipraktikkan di rumah Anda. Karena hal tersebut akan menyebabkan Anda akan terkena pasal Bab Penganiayaan dan pasal Bab Perlindungan Satwa. Apa yang saya bagikan di sini hanyalah sebuah Life Story yang pernah saya jalani...^_^v
Terima kasih...:-)

Emailmu itu lho Pak... Bikin saya ngakak...

Tertawa terbahak-bahak dan prihatin yang sedalam-dalamnya... Itulah yang ekspresi yang keluar serta perasaan yang tersirat saat melihat courtesy Youtube hasil rekaman mahasiswa Indonesia yang kuliah di Australia dalam rangka pertemuan dengan tim "studi banding" anggota DPR Komisi 8 atau Komisi VIII atau Komisi Delapan atau K0m151 D3L4p4N. Entahlah..mana tulisan yang benar... Rekaman yang menampilkan orang-orang -semoga masih dianggap- yang kelabakan ketika ditanyakan satu hal yang kemungkinan besar itu adalah pertanyaan yang tidak akan mereka sangka. Pertanyaan tentang sebuah email yang digunakan oleh Komisi 8 atau Komisi VIII atau Komisi Delapan atau K0m151 D3L4p4N. Sekali lagi... Entahlah..mana tulisan yang benar...

Saya benar-benar tertawa melihat video tersebut. Seperti mendapat sebuah hiburan gratis, seperti gratisnya plesiran ke luar negeri tersebut. Namun tertawa tersebut hanya sebentar, karena muncul keprihatinan serta penyesalan di dalam diri ini... Mengapa dan untuk apa saya ikut mencontreng di Pemilu kemarin? Sebegitu hebatnyakah hipnotis para juru kampanye di negeri ini? Prihatin dengan kualitas wakil rakyat yang didudukkan di "Gedung Terhormat" itu. Walaupun itu tidak semuanya, karena saya bukan menggeneralisir. Tapi dari kacamata awam, maka akan terjadi sebuah anggapan yang menggeneralisir dan bertanya-tanya, "Anggota dewan kok gaptek?" Kira-kira seperti itulah pertanyaannya...

Yang jelas bagi saya, anggota dewan yang seperti itu telah membuat kecewa putra-putri terbaik bangsa ini yang berjuang untuk nama baik bangsanya di mata Internasional dalam olimpiade sains yang mereka ikuti. Perjuangan mereka berjibaku dengan beraneka rumus, algoritma serta segala macam soal jawab diganjar dengan kekecewaan lantaran ketidak tahuan para anggota dewan hanya dengan sebuah email. Itu salah satunya...

Untuk para anggota dewan yang terhormat... Anda ibarat pasukan elit yang terpilih di antara ratusan juta rakyat Indonesia. Seharusnya Anda mengetahui segala hal yang melekat pada diri Anda, walaupun itu hanya sebuah email yang Anda anggap sebagai sesuatu yang kecil, tapi berarti besar bagi anak bangsa yang sebagian besar saat ini sudah melek teknologi. Jika tidak, maka Anda seperti pasukan yang tanpa senjata di tengah era teknologi informasi ini, mandul di medan peperangan untuk membesarkan bangsa ini. Terlepas dari segala macam hal yang mempertanyakan apakah Anda sudah benar benar membesarkan bangsa ini di gedung Senayan itu. Jika ada yang kurang, maka lengkapi. Jika Anda tidak mampu, maka mundurlah..!! Kami muak melihat Anda yang tidur, bermake up ria bahkan membuat sidang pariporno...

Tak perlu marah, tersinggung atau merasa ini sebuah pencemaran nama baik jika ini untuk kebaikan Anda... Manfaatkan pakar telematika yang ada di antara Anda untuk membuatkan email jika Anda tidak ngerti cara bikinnya...
Demikian tulisan amburadul saya...
Terimakasih...

Briptu Norman... Brigade..!!!

Beberapa hari ini perhatian kita banyak tercurahkan kepada sebuah pertunjukan video unik yang menampilkan seorang anggota Brimob berpangkat Briptu dari Gorontalo, Norman Kamaru, itulah namanya. Keunikan video Briptu Norman ini terletak pada lipsync lagu India berjudul "Chaiyya Chaiyya" yang disertai dengan koreografi on the chair yang kocak saat bertugas di pos jaga markasnya. Kekocakan yang berawal dari sebuah niat baik untuk menghibur teman yang sedang bad mood karena bermasalah dengan istrinya ini ternyata berbuah imbalan yang tidak disangka oleh Briptu Norman. Sebuah popularitas, itulah yang sekarang disandangnya dari video yang diunduh ke dalam Youtube oleh orang yang juga tidak dikenalnya.

Lucu..? Bagi saya itu cukup lucu dan menghibur di tengah banyak cibiran masyarakat terhadap korps berbaju coklat ini. Secara tidak langsung, Briptu Norman sudah menghadiahkan sebuah hiburan kepada masyarakat sekaligus sedikit mengembalikan citra positif terhadap kepolisian. Kalau soal citra negatif? Silakan tanyakan kepada diri kita masing-masing yang pernah mengalami perlakuan dari beberapa "oknum" kepolisian yang menimbulkan citra negatif tersebut. Sebenarnya saya sangat tidak suka dengan penggunaan kata "oknum" tersebut, alasannya akan saya bahas di lain waktu.

Oke... Abaikan saja beberapa bagian akhir dari paragraf di atas. Back to Briptu Norman. Saya pribadi sangat mengapresiasi inisiatifnya yang berbuah ketenaran tersebut. Karena dari situ kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa niat baik akan berbuah kebaikan yang tidak kita sangka. Maka, kesadaran kita kembali disentak oleh sebuah rasa kepedulian seorang Briptu Norman terhadap temannya. Pertanyaannya; apakah kita sudah pernah menunjukkan kepedulian demi menyenangkan hati orang dekat kita, apakah itu teman, saudara, karib kerabat ataupun tetangga? Jika belum, mari kita mulai dari sekarang walaupun dengan cara yang lain dan masih dalam kerangka kepantasan dalam bersikap. Mari kita sibak segala bentuk ketidakpedulian yang mulai menghutan belantara dan kita ganti dengan kepedulian yang hijau dan menyejukkan.

Untuk Briptu Norman... Teruslah berkarya agar rakyat yang banyak terkecewakan oleh pemimpinnya di negara tercinta ini dapat kembali tersenyum walaupun itu hanya sebuah senyum simpul. Brigade..!!!

Koruptor Anak Nakal

Rekan blogger yang baik.. Saya menemukan sebuah video clip lagu yang cukup menggelitik bagi telinga saya dan memanaskan bagi telinga para koruptor.. Liriknya menurut saya cukup menarik dengan ramuan kata-kata yang unik.. Mau lihat dan dengar? ini dia...^_^


Sekalian dengan liriknya:

"Koruptor Anak Nakal"
cipt & voc. Ansis Uba Ama

Terinspirasi dr si kancil anak nakal:

(Koruptor anak nakal,
suka mencuri uang,
ayo lekas dikurung,
jangan diberi ampun)

Wajah ceria muka sumringah
Mata ijo menatap uang
Dana Rakyat dicukur mulus
Dengan aneka akal bulus

Korupsi meraja membara
Suap kian tiada tara
Hukum diobral sesuka hati
Bak negeri ini milik sendiri

Hei kau yang alim rupanya maling
Mulutmu manis hatimu najis
Gemar janji suka ingkari
Rakyat terpaksa gigit jari

Tebar pesona jelang pemilu
Tak pedulikan rakyat yang pilu
Sana sini bohong melulu
Dasar kau tak punya malu

Ingat kah kau sumpah jabatanmuDiatas kitab suci agamamuTega kah kau dengan ibumuMelahirkanmu sbagai koruptor


(Koruptor anak nakal,
suka mencuri uang,
ayo lekas dikurung,
jangan diberi ampun )

Selamat menikmati dan menghayati...^_^

Alhamdulillâh... Naik Kelas...~_~

Alhamdulillâh... Blog saya naik kelas jadi PR 2... Mbah Google baik yah... Semoga nantinya juga dapat warisan dari si Mbah... -----> ngarep.com
google pagerank
Ga nyangka juga bisa dapat lompat dua langkah kayak gini. Tapi ini patut disyukuri. Namun, satu hal yang membuat saya bingung, kok bisa naik kelas ya? Padahal saya jarang update blog lho... Ada yang bisa membantu memberikan jawaban? Setahu saya yang masih awam ini, kenaikan PR itu seringkali disebabkan karena banyak menulis sehingga banyak memancing keyword yang terindex di Google sehingga bisa menaikkan posisi tawarnya di mesin pencari... Ini setahu saya lho yaaa... Karena saya pada dasarnya saya ga' begitu ngeh dengan hal-hal yang begituan... Terutama rumus-rumus SEO..

Sisi positif yang bisa saya ambil adalah:
  1. Saya jadi termotivasi buat lebih intens nge-blog lagi.
  2. Klo semangat agak memudar, pantengin meteran Pagerank biar saya selalu awas supaya PR ga turun lagi. Ini uniknya PR, bisa naik kelas dan bisa turun kelas. Ga' seperti harga sembako yang gampang melesat naik tapi alot buanget buat turun harga. Ataupun pejabat yang maunya naik jabatan tapi klo turun jabatan juga alot bahkan malah mengamuk-ngamuk dengan membuat pernyataan bahwa dia mengalami pencemaran nama baik... Maaf...OOT...^_^v
  3. Jadi tambah penasaran dengan prestasi blogger kelas dunia yang blognya mampu mencapai prestasi yang spektakuler dalam konteks perbloggingan, sehingga hal ini memicu saya untuk semakin giat lagi mengorek ilmu perbloggingan walaupun mungkin agak terlambat....~_~
  4. Saya ingin blog saya menjadi yang Pertamax di Page One Mbah Google. Bercita-cita kayak gini boleh tho... Hak..hak..hak...:-D
  5. Udah... Itu dulu aja...
Salam Blogger...
.