Oknum Berjamaah 60 Menit

Oknum...
Satu kata itu mungkin sudah memuakkan bagi kita yang sudah pernah mendengar ataupun sering mendengarnya... Terutama bagi yang sudah pernah berurusan dengan makhluk yang satu ini atau bahkan hampir menjadi rutinitas dalam keseharian (Ditakdirkan ketemu oknum tiap hari-red).

Setiap mendengar kata Oknum, maka imajinasi kita akan menggambarkan bahwa oknum itu adalah:
  1. Petugas lalu lintas, bagi yang sering kena tilang akan hapal dengan rumus canggih --->Damai = Nominal Rupiah. Maka petugas yang cinta perdamaian itu akan dicap sebagai Oknum karena melakukan perbuatan aksi damai yang jelas-jelas melanggar undang undang. Apalagi dengan cara menjebak pengendara dengan pasal abu-abu yang sangat dibuat-buat, misalnya: Roda motor sudah tidak bulat lagi, merek kendaraan menyalahi Ejaan Yang Disempurnakan, setir mobil digunakan pada sepeda motor dll.
  2. Pejabat hukum yang yang melakukan jual beli perkara dengan terdakwa kasus tertentu agar hukumannya diringankan dengan memberi sajen sebanyak sekian milyar dan itupun harus dalam nominal Apel Washington. Mereka juga dicap Oknum Berjamaah 60 Menitsebagai oknum.
  3. Pegawai dinas pajak yang mau disuap oleh perusahaan-perusahaan besar agar pajak perusahaan hanya dibayar setengahnya, atau yang lebih sadisnya dibayar seperenamnya.
  4. Pejabat perusahaan besar yang menyuap pegawai dinas pajak agar pajak perusahaannya dipotong sebesar mungkin. Poin 3 dan 4 ini saat ini sedang hangat dibicarakan oleh media menyangkut simbiosis mutualisme hitam yang terjadi.
  5. Aparat yang menjadi beking tempat-tempat prostitusi, club malam yang menyediakan transaksi narkoba, melindungi pelaku trafficking, pembalakan liar dll
Beberapa contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari yang pernah kita lihat dan mungkin diantara kita ada yang menjadi korbannya.
Sekarang mari kita berpikir dan mengkalkulasi, jika sekiranya dalam satu wilayah negara yang kita cintai ini, diberbagai tempat, para oknum ini bergerak dalam rentang waktu 60 menit maka mungkin jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan, bahkan bisa memenuhi satu corps, atau mungkin tiga batalyon dan juga bisa jadi menyamai jumlah populasi warga di dalam satu kecamatan. Jika hal ini terjadi dalam rentang waktu 60 menit tersebut, apakah pantas ini masih disebut sebagai Oknum? Mungin bisa disebut dengan oknum berjamaah, tapi saya lebih memilih sebutan komplotan.

Wallaahu A'lam....
Pesan Tiket Online Murah

Entri Terkait:

  • Emailmu itu lho Pak... Bikin saya ngakak... Tertawa terbahak-bahak dan prihatin yang sedalam-dalamnya... Itulah yang ekspresi yang keluar serta perasaan yang tersirat saat melihat courtesy Yout… Read More
  • Masa Tenang Masa Menunggu Rekan-rekan Blogger... Hari ini adalah hari kedua masa tenang dari hiruk pikuk, hingar bingar, sorak sorai kampanye... Mata kita kembali segar dari … Read More
  • Oknum Berjamaah 60 Menit Oknum... Satu kata itu mungkin sudah memuakkan bagi kita yang sudah pernah mendengar ataupun sering mendengarnya... Terutama bagi yang sudah pernah b… Read More
  • Koruptor Anak NakalRekan blogger yang baik.. Saya menemukan sebuah video clip lagu yang cukup menggelitik bagi telinga saya dan memanaskan bagi telinga para koruptor.. L… Read More
  • Briptu Norman... Brigade..!!! Beberapa hari ini perhatian kita banyak tercurahkan kepada sebuah pertunjukan video unik yang menampilkan seorang anggota Brimob berpangkat Briptu da… Read More
PayTren E-Money - Aplikasi Pembayaran Dari Smartphone Anda
.