Malam Itu...

Malam itu indah... jika diresapi dengan rasa syukur...
Malam itu juga sunyi... jika diresapi dengan jiwa yang hening...
Malam itu juga dingin... jika diresapi dengan hati yang berembun...
Malam itu mengerikan... jika diresapi dengan ketakutan...
Malam itu menyedihkan... jika diresapi dengan lelehan air mata...
Malam itu kejam... jika diresapi dengan segala macam niat jahat...
Malam itu tenang... jika diresapi dengan senyuman simpul...
Malam itu hangat... jika diresapi dengan kedamaian...
Malam itu riuh... jika diresapi dengan canda tawa...
Malam itu ricuh... jika diresapi dengan kemarahan...
Malam itu lapar... jika diresapi dengan kerakusan...
Malam itu terang... jika diresapi dengan menikmati cahaya bulan...
Malam itu gelap... jika diresapi dengan keterkurungan...
Malam itu berbinar... jika diresapi dengan tatapan syahdu untuk bintang malam yang berkedip...

Diantara semua malam yang ada, manakah yang terbaik untuk kita? terkadang ada satu bagian malam yang meresap ke dalam diri kita... Atau bahkan beberapa bagian malam yang teresapi dalam jiwa kita yang terus mengiringi deru hembus serta desah nafas di dalam siklus hidup kita... Malam menjadi sebuah rumah perenungan dalam jelang lelap setelah kantuk yang mulai menerpa dan memaksa mata untuk terpejam... Di saat jelang tidur yang lelap dan melenakan itu, satu hal yang baik dilakukan walaupun sejenak adalah meresapi langkah-langkah hidup yang sudah dijalani dalam satu hari, sudah dilalui dalam satu minggu, sudah dilewati dalam satu bulan dan bahkan semua yang sudah berjalan, berlalu serta lewat dalam satu tahun...

Semua yang diresapi menjadi hiburan terhadap diri...
Menjadi sejarah perjalanan hidup...
Menjadi renungan terhadap segala tindak-tanduk...
Menjadi pengingat terhadap semua hubungan persaudaraan, persahabatan serta kebersamaan dan semoga tidak untuk segala macam bentuk aroma perselisihan dan permusuhan... Kalaupun itu ada, maka memaafkan adalah lebih baik...
Menjadi penyadar terhadap segala kekeliruan..

Maka... Manakah di antara Malam Itu yang sobat pilih?

Padang, 23.52 WIB, 12.12.2009 @H2O Computer - Padang

Hari Ini Adalah Hari Pahlawan

Hari ini adalah Hari Pahlawan.. 10 November... 64 tahun yang lalu perjuangan para pahlawan Arek-arek Suroboyo menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanan bangsa ini hingga sekarang. Perjuangan mereka membekas dan menjadi sebuah jalan setapak sejarah yang membuktikan bahwa bangsa ini bukanlah bangsa yang lemah. Kobar semangat yang dibakar oleh kumandang Takbir dari seorang Bung Tomo menjadi pemicu niat untuk menjadi syahid dalam menghadapi penjajah zalim sekutu di kala itu.. Bekal senjata bambu runcing menghadapi senjata canggih penjajah tidaklah mengurangi motivasi mereka dalam mempertahankan kedaulatan bangsa yang baru saja diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta dengan mengatasnamakan Bangsa Indonesia.. Mempertahankan hak untuk menjadi bangsa yang merdeka, anak negeri yang merdeka dan manusia yang merdeka dari segala bentuk penjajahan hak, penjajahan keyakinan, penjajahan mental dan segala macam bentuk penjajahan yang notabene itu adalah sebuah bentuk kezaliman..

Hari ini adalah Hari Pahlawan.. 10 November.. Setelah 64 tahun dari masa penuh darah tetapi bertinta emas yang harum itu.. Bangsa kita "katanya" sudah merdeka, namun nyatanya masih ada penjajah baru yang berwujud muka anak bangsa sendiri, Indonesia ini. Penjajahan yang berbentuk perampasan hak warga negara secara berjamaah oleh oknum bangsa sendiri..!!! penjajahan yang berwujud bersih tetapi di dalamnya ada sebuh kebusukan yang teramat sangat.. Kebusukan sikap, kebusukan mental, kebusukan niat serta kebusukan yang lainnya.. Intinya, merekalah penjajah serupa tikus penggerogot yang akan menghancurkan tiang-tiang penopang bangsa ini.. Wujud nyatanya adalah mereka yang disebut koruptor...

Hari ini adalah Hari Pahlawan.. 10 November.. Setelah 64 tahun dari masa penuh darah tetapi bertinta emas yang harum itu.. Korupsi menjadi jalan pintas bagi para "penjajah dalam negeri" di negara ini untuk menghancurkan bangsanya sendiri, saudaranya sendiri, kerabatnya sendiri... Entah apa yang ada dalam benak mereka, sehingga secara sistematis seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, modus penggerogotan bangsa inipun semakin maju.. Tapi tercela...

Hari ini adalah Hari Pahlawan.. 10 November.. Setelah 64 tahun dari masa penuh darah tetapi bertinta emas yang harum itu.. Siapakah pahlawan yang akan menumpas "penjajah dalam negeri" ini? Siapakah pahlawan selanjutnya yang akan membasmi tikus penggerogot yang akan menghancurkan tiang-tiang penopang bangsa ini? Siapakah pahlawan yang akan membebaskan bangsa ini dari penjajahan domestik yang menyengsarakan ini?

Hari ini adalah Hari Pahlawan.. 10 November...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Salah satu dari deret bilangan yang ada di dunia ini yang dimulai dari... Satu... Dua... Tiga... Empat... Lima... Enam... Tujuh... Delapan... Sembilan... Sepuluh... Sebelas... Dua belas... Tiga belas... Empat belas... Lima belas... Enam belas... Tujuh belas... Delapan belas... Sembilan belas... Dua puluh... Dua puluh satu... Dua puluh dua... Dua puluh tiga... Dua puluh empat... Dua puluh lima... Dua puluh enam... Dua puluh tujuh... dan... DUA PULUH DELAPAN... Itu dia...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Tujuh dikalikan dengan Empat...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Empat Belas dikalikan dengan Dua...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Bukan bilangan Prima...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Tanggal ketika Sumpah Pemuda diikrarkan...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Tahun ketika Sumpah Pemuda diikrarkan...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Bukan bagian dari perhitungan waktu sehari-semalam... karena yang ada cuma Dua Puluh Empat jam bukan Dua Puluh Delapan jam...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Hitungan umur dalam sendi ukuran ketuaan segala sesuatu yang terikat dengan waktu...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Bagian masa peralihan momentum menuju sesuatu yang lebih dan lebih...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Saat menjelang momentum itu diriku diingatkan dengan meledaknya sekering instalasi listrik di rumahku tadi malam sehingga menimbulkan percikan api sehingga aku tidur diselimuti kegelapan tanpa listrik... Kegelapan itu mengingatkan akan kematian...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Saat momentum itu berada sekarang...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Momentum itu berada pada diriku sekarang...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Yang ku peluk sekarang.....

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Aku...

Dua Puluh Delapan Itu Adalah...

Diriku hari ini...

Kampuang Nan -Runtuah Di Muko- Mato

Hari ini... Tiga pekan yang lalu... Gempa bumi mengguncang wilayah Sumatera Barat. Getarannya pun dapat dirasakan di Singapura... Maka dapat dibayangkan seperti apa kekuatannya, serta seperti apa dampak yang ditimbulkannya. Jelasnya, setelah beberapa jam terjadinya gempa bumi ini, berita di televisi adalah Breaking News yang menginformasikan tentang gempa ini.. Magnitude gempa ini adalah 7,6 Skala Richter versi BMKG dan 8,1 Skala Richter versi USGS (BMKG punya Amerika Serikat). Hari berikutnya, sebagian besar Breaking News di beberapa stasiun televisi mengumandangkan alunan Saluang Parasaian dan Bansi Palayaran yang menunjukkan betapa dahsyatnya akibat gempa ini, berdasarkan data Satkorlak jumlah korban mencapai 1117 korban jiwa yang meninggal karena tertimpa material bangunan yang runtuh serta tertimbun tanah perbukitan yang longsor. Dahsyat, benar-benar dahsyat serta menimbulkan kesedihn serta penderitaan yng masif bgi mereka yang merasakan, terutama yang kehilangan anggota keluarga, kehilangan anggota tubuh, harta benda, mata pencaharian dan banyak hal lainnya..

Kampuang ini telah sontak "runtuah" untuk beberapa bahagiannya, telah tiga minggu berlalu, hingga saat ini masih terus diberlakukan masa tanggap darurat hingga beberapa waktu yang belum ditentukan. Mungkin kita yang turut merasakan penderitan mereka yang tertimpa musibah serta ujian ini tidak hanya sekedar ikut merasakan penderitaan mereka. Lebih dari itu, marilah kita mencoba memposisikan diri sebagai bagian dari keluarga mereka untuk lebih mendekatkan hati kita serta berempati terhadap mereka. Agar apa yang sudah diakibatkan oleh gempa yang membuat runtuah ini tidak semakin meruntuhkan semua harapan-harapan mereka yang sudah mereka bangun sebelum terjadinya gempa ini. Bantu mereka dengan menyisihkan sebagian harta, tenaga, doa atau dengan upaya apapun yang kita bisa selama itu bisa membangun kembali harapan mereka yang retak serta mengembalikan keceriaan mereka seperti sebelumnya dalam merajut masa depan mereka agar tidak berlarut dalam sedih, tangis, harap-harap cemas serta kekhawatiran...

Semoga sebagian Kampuang Nan -Runtuah Di Muko- Mato ini dapat kembali dibangun, dipulihkan dan tidak lagi merepresentasikan alunan Saluang Parasaian dan Bansi Palayaran yang menyayat hati....

Minangkabau Bangkit...

Kuda Tua Kencang Larinya

Teman...

Kuda Tua ini yang menemaniku selama aku pulang kampung setelah setengah tahun lebih... Kuda Tua buatan tahun 1981 silinder 100cc warna merah nomor rangka RR084***** dan nomor mesin *****. Kuda Tua ini yang selalu ku tunggangi untuk mengarungi sekeliling Bukittinggi untuk berbagai keperluan baik yang mendesak maupun untuk sekedar menikmati angin sore di kaki Gunung Marapi, gunung tertinggi di Sumatera Barat dengan Puncak Garuda dan Puncak Merpati yang bertengger di atasnya serta sebuah Tugu Abel Tasman, untuk mengenang seorang pria yang sudah dianggap pahlawan bagi para pendaki karena aksi penyelamatannya yang heroik terhadap seorang perempuan yang hampir terkena lontaran batu ketika gunung tersebut aktif hingga akhirnya mengorbankan nyawanya sendiri.
Begitu cerita yang ku dengar ketika berdiri di dekat tugu tersebut bersama teman-teman sekolahku yang ikut misi pendakian kecil-kecilan dulu... Tapi yang jelas, Kuda Tua ini tak akan mungkin bisa untuk dibawa mendaki gunung ini...

Akan tetapi, kesetiaan Kuda Tua ini dapat dikatakan tiada banding, kenapa? karena dia sudah banyak membantu Bapakku dalam melaksanakan segala macam tugas-tugasnya, baik sebagai kepala keluarga maupun untuk keperluan umum. Demikian juga kesetiaannya kepadaku juga dapat kurasakan tiada banding walaupun aku baru bisa menungganginya ketika sudah kelas 1 Madrasah Aliyah. Mungkin karena badanku termasuk kategori slim, atau juga mungkin juga karena ketakutanku untuk mengimbangi bobotnya yang sebagian besar terdiri dari besi tebal, tidak seperti kuda-kuda muda zaman sekarang yang lebih banyak dipolesi plastik ringan berkualitas tinggi... Tapi jangan salah teman, kualitas Kuda Tua ini di zamannya termasuk tinggi dan sampai sekarang masih jadi perhatian kerena kualitasnya dari segi jarangnya dia terlihat di jalanan.. Dengan kata lain, untuk ukuran sekarang sudah memasuki kategori Kuda Antik.. Selain itu juga terlihat uzur... Cuma terlihat, karena berkat perawatan yang kontinyu seperti kata iklan-iklan di tipi-tipi, Kuda Tua ini tetap kencang larinya bahkan sanggup menandingi lari kuda-kuda muda zaman sekarang..

Ada sebuah kejadian yang sangat menarik dengan Kuda Tua ini, beberapa tahun yang lalu, adikku yang bungsu pergi dengan Kuda Tua ini pada suatu malam untuk keperluan tugas sekolahnya melewati jalan raya Trans Sumatra Bukittinggi-Pekanbaru. Di persimpangan RuTan di dekat ibukota kecamatan, tampak sekelompok Carabineer yang sedang melakukan patroli jalan raya. Adikku tetap melanjutkan perjalanannya melewati satu tim Carebineer tersebut, ketika sudah dekat, dia memberi kode seolah-olah dia adalah teman dan...lolos sodara-sodara...!!! tidak berapa jauh setelah meninggalkan Carabineer tersebut, adikku menggenjot lari Kuda Tua tersebut sehingga mengundang kecurigaan, serta merta mereka mengejar adikku dengan menunggangi dua Kuda Patroli.. Kuda Tua ternyata sanggup melesat meninggalkan mereka dan adikku menemukan sebuah tempat persembunyian yang aman, sebuah bengkel usaha furniture di sebuah persimpangan. Dia bersembunyi di balik papan-papan lebar yang ada di sana sampai dua Kuda Patroli Carabineer tersebut berlalu. itu salah satu bentuk ketangguhan yang lain dari Kuda Tua ini.

Teman..Kuda Tua itu adalah sebuah motor Honda CB100 buatan 1981...
PayTren E-Money - Aplikasi Pembayaran Dari Smartphone Anda
.